MATERI PENDIDIKAN
A.
Tafsir Surat
Al-Baqarah Ayat 29
Artinya : “Dia-lah
Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak
(menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan dia Maha mengetahui
segala sesuatu”. (QS. Al-Baqarah: 29).
Bagaiman
kalian kafir, padahal Allah bukan hanya menghidupkan kamu di dunia, tetapi juga
menyiapkan sarana kehidupan di dunia, Dia-lah Allah SWT. Yang menciptakan untuk kamu
apa yang ada di bumi semua sehingga semua yang kamu butuhkan untuk
kelangsungan dan kenyamanan hidup kamu terhampar, dan itu adalah bukti kemaha
kuasaan_Nya. Yang kuasa melakukan itu pasti
kuasa untuk menghidupkan yang mati.
Dalam penggalan
terjemahan ayat tersebut yang berbunyi “Kemudian Dia berkehendak menuju ke
langit”. Kata kemudian dalam ayat ini bukan berarti selang masa tapi
dalam arti peringkat, yakni peringkat sesuatu yang disebut sesudahnya yaitu
langit dan apa yang ditampungnya lebih agung, lebih besar, indah dan misterius
daripada bumi. Maka Dia, yakni Allah menyempurnakan mereka yakni
menjadikan tujuh langit dan menetapkan hukum-hukum yang mengatur
perjalanannya masing-masing, serta menyiapkan sarana yang sesuai bagi yang
berada disana. Itu semua diciptakannya dalam keadaan sempurna dan amat teliti. Dan
itu semua mudah bagi-Nya karena Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.[1]
Sebagaimana
dalam buku karya DR. Nurwajah Ahmad E.Q disitu disebutkan bahwa Alqur’an
berulangkali menampilkan fenomena alam semesta, yang target akhir dari itu
semua adalah kesadaran atas eksistensi diri sebagai makhluk yang tidak memiliki
arti apa-apa dihadapan sang penguasa. Oleh sebab itu dalam setiap ayat yang
menjelaskan fenomena alam senantiasa dikaitkan dengan dorongan terhadap manusia
untuk melakukan pengamatan, penyelidikan yang akan menambah pengetahuan
manusia. Maka dengan demikian manusia harus menggunakan segala kekayaan alam
bukan semata-mata untuk kepentingan fisik dan intelektual tetapi lebih penting
lagi adalah untuk moral dan spiritual.[2]
B.
Asbabun
Nuzul Surat Al Baqarah Ayat 29
Ayat ini
turun dalam rangka Al-Taubih (ejekan) dan Al-Ta’ajjub (keanehan)
yang disebabkan karena sifat ingkar yang ditunjukkan oleh orang-orang fasik
dengan menyebutkan bukti-bukti yang mendorong mereka agar memiliki keimanan dan
menjauhi kekafiran.[3]
C.
Munasabah Surat Al Baqarah Ayat 29
Berkaitan
Dengan surat Al Baqarah ayat 29, ada pula ayat Al Quran yang masih ada
hubungannya dengan materi pendidikan yaitu Surat Al-A’raf Ayat 54. Berkaitan
Dengan surat Al Baqarah ayat 29, ada pula ayat Al Quran yang masih ada
hubungannya dengan materi pendidikan yaitu Surat Al-A’raf Ayat 54.
Artinya : Sesungguhnya Tuhan
kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu
Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang
mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan
bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah,
menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta
alam.
Akidah tauhid Islam
tidak meninggalkan satu pun lapangan bagi manusia untuk merenungkan dzat Allah
yang Maha suci dan bagaimana Ia berbuat... Maka, Allah itu maha suci, tidak ada
sesuatu pun yang seperti Dia... karna itu, tidak ada lapangan bagi Manusia
untuk menggambarkan dan melukiskan zat Allah. Pasalnya, semua lukisan yang
dibuat manusia itu terbatas dan hanya sekedar menurut kemampuan akalnya saja di
dalam memikirkan sesuatu di sekitarnya.
Apabila Allah SWT tidak seperti sesuatu, maka perenungan dan pelukisan
manusia terhadap zat Allah pun berhenti. Mereka tidak dapat membayangkannya
dengan suatu bayangan. Apabila pikirannya terhenti untuk memikirkan atau
membuat bayang-banyangan tertentu tentang Zat Allah Yang Mahatinggi, maka sebagai konsekuensinya ia berhenti juga
dari membayangkan bagaimana cara kerja Allah. Tidak ada lagi lapangan didepannya
kecuali merenungkan bekas-bekas perbuatab Allag SWT di alam wujud yang ada di
sekitarnya. Dan inilah lapangannya.
Oleh karena itu
muncullah beberapa pertanyaan seperti ini. Bagaimana cara Allah menciptakan
langit dan bumi? Bagaimana Ia bersemayam di atas arsy? Bagaimana keadaan arsy
tempat bersemayam Allah SWT ? Pertanyaan-pertanyaan ini dan yang semacam
menjadi suatu yang sia-sia, bertentangan arahnyadengan akidah islam. Dan
menjawabnya pun sia-sia belaka, dan tidak mungkin dilakukan oleh orang yang mengerti
kaidah ini secara mendasar. Namun sangat disayangkan, telah banyak golongan
dalam sejarah islam yang tenggelam dalam masalah-masalah seperti ini.[4]
D.
Kaitan Surat Al Baqarah Ayat 29 Dengan Materi Pendidikan
Dari uraian
diatas dapat diketahui, yakni berkaitan dengan materi pendidikan yang
terkandung dalam ayat tersebut, menjelaskan bahwa segala sesuatu yang ada di
alam semesta merupakan salah satu dari beberapa bukti keagungan Allah SWT yang
menuntut kita untuk mempelajarinya sehingga dapat menambah keimanan kita
terhadap kekuasaan Allah SWT.
Daftar Pustaka:
M. Quraish Shihab, Tafsir
Al-Misbah, (Jakarta: Lentera Hati, 2002), cet. VII
Quthb
Sayyid, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, (Jakarta: Gema Insani, 2002), Jilid 4
http://stitattaqwa.blogspot.com/2014/02/tafsir-tarbawi-materi-pendidikan.html
RSS Feed
Twitter
07.45
PR.IPNU IPPNU Desa Tegalsambi
0 komentar:
Posting Komentar