Kamis, 11 Juni 2015



MATERI PENDIDIKAN
A.        Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 29
Artinya : “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu”. (QS. Al-Baqarah: 29).
            Bagaiman kalian kafir, padahal Allah bukan hanya menghidupkan kamu di dunia, tetapi juga menyiapkan sarana kehidupan di dunia, Dia-lah  Allah SWT. Yang menciptakan untuk kamu apa yang ada di bumi semua sehingga semua yang kamu butuhkan untuk kelangsungan dan kenyamanan hidup kamu terhampar, dan itu adalah bukti kemaha kuasaan_Nya. Yang kuasa melakukan itu pasti kuasa untuk menghidupkan yang mati.
Dalam penggalan terjemahan ayat tersebut yang berbunyi “Kemudian Dia berkehendak menuju ke langit”. Kata kemudian dalam ayat ini bukan berarti selang masa tapi dalam arti peringkat, yakni peringkat sesuatu yang disebut sesudahnya yaitu langit dan apa yang ditampungnya lebih agung, lebih besar, indah dan misterius daripada bumi. Maka Dia, yakni Allah menyempurnakan mereka yakni menjadikan tujuh langit dan menetapkan hukum-hukum yang mengatur perjalanannya masing-masing, serta menyiapkan sarana yang sesuai bagi yang berada disana. Itu semua diciptakannya dalam keadaan sempurna dan amat teliti. Dan itu semua mudah bagi-Nya karena Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.[1]
Sebagaimana dalam buku karya DR. Nurwajah Ahmad E.Q disitu disebutkan bahwa Alqur’an berulangkali menampilkan fenomena alam semesta, yang target akhir dari itu semua adalah kesadaran atas eksistensi diri sebagai makhluk yang tidak memiliki arti apa-apa dihadapan sang penguasa. Oleh sebab itu dalam setiap ayat yang menjelaskan fenomena alam senantiasa dikaitkan dengan dorongan terhadap manusia untuk melakukan pengamatan, penyelidikan yang akan menambah pengetahuan manusia. Maka dengan demikian manusia harus menggunakan segala kekayaan alam bukan semata-mata untuk kepentingan fisik dan intelektual tetapi lebih penting lagi adalah untuk moral dan spiritual.[2]

B.         Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah Ayat 29
Ayat ini turun dalam rangka Al-Taubih (ejekan) dan Al-Ta’ajjub (keanehan) yang disebabkan karena sifat ingkar yang ditunjukkan oleh orang-orang fasik dengan menyebutkan bukti-bukti yang mendorong mereka agar memiliki keimanan dan menjauhi kekafiran.[3]

C.        Munasabah Surat Al Baqarah Ayat 29
Berkaitan Dengan surat Al Baqarah ayat 29, ada pula ayat Al Quran yang masih ada hubungannya dengan materi pendidikan yaitu Surat Al-A’raf Ayat 54. Berkaitan Dengan surat Al Baqarah ayat 29, ada pula ayat Al Quran yang masih ada hubungannya dengan materi pendidikan yaitu Surat Al-A’raf Ayat 54.
Artinya :  Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam.
            Akidah tauhid Islam tidak meninggalkan satu pun lapangan bagi manusia untuk merenungkan dzat Allah yang Maha suci dan bagaimana Ia berbuat... Maka, Allah itu maha suci, tidak ada sesuatu pun yang seperti Dia... karna itu, tidak ada lapangan bagi Manusia untuk menggambarkan dan melukiskan zat Allah. Pasalnya, semua lukisan yang dibuat manusia itu terbatas dan hanya sekedar menurut kemampuan akalnya saja di dalam memikirkan sesuatu di sekitarnya.
Apabila Allah SWT tidak seperti sesuatu, maka perenungan dan pelukisan manusia terhadap zat Allah pun berhenti. Mereka tidak dapat membayangkannya dengan suatu bayangan. Apabila pikirannya terhenti untuk memikirkan atau membuat bayang-banyangan tertentu tentang Zat Allah Yang Mahatinggi,  maka sebagai konsekuensinya ia berhenti juga dari membayangkan bagaimana cara kerja Allah. Tidak ada lagi lapangan didepannya kecuali merenungkan bekas-bekas perbuatab Allag SWT di alam wujud yang ada di sekitarnya. Dan inilah lapangannya.
            Oleh karena itu muncullah beberapa pertanyaan seperti ini. Bagaimana cara Allah menciptakan langit dan bumi? Bagaimana Ia bersemayam di atas arsy? Bagaimana keadaan arsy tempat bersemayam Allah SWT ? Pertanyaan-pertanyaan ini dan yang semacam menjadi suatu yang sia-sia, bertentangan arahnyadengan akidah islam. Dan menjawabnya pun sia-sia belaka, dan tidak mungkin dilakukan oleh orang yang mengerti kaidah ini secara mendasar. Namun sangat disayangkan, telah banyak golongan dalam sejarah islam yang tenggelam dalam masalah-masalah seperti ini.[4]

D.        Kaitan Surat Al Baqarah Ayat 29 Dengan Materi Pendidikan
Dari uraian diatas dapat diketahui, yakni berkaitan dengan materi pendidikan yang terkandung dalam ayat tersebut, menjelaskan bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta merupakan salah satu dari beberapa bukti keagungan Allah SWT yang menuntut kita untuk mempelajarinya sehingga dapat menambah keimanan kita terhadap kekuasaan Allah SWT.

Daftar Pustaka:
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, (Jakarta: Lentera Hati, 2002), cet. VII
Quthb Sayyid, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, (Jakarta: Gema Insani, 2002), Jilid 4
http://stitattaqwa.blogspot.com/2014/02/tafsir-tarbawi-materi-pendidikan.html


[1] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, (Jakarta: Lentera Hati, 2002), cet. VII, hlm. 138
[2] http://stitattaqwa.blogspot.com/2014/02/tafsir-tarbawi-materi-pendidikan.html
[3] Ibid
[4] Sayyid Quthb, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, (Jakarta: Gema Insani, 2002), Jilid 4, hlm. 323

0 komentar:

Posting Komentar